Monday, December 31, 2007

Sekilas saja....








Komen empu: Sebenarnya udah agak basi seeh... tapi well, berhubung tidak sengaja empu temukan.. ya dah.. empu pajang aja sekalian disini, biar agak fresh gtow... :P

EPPY NYU YEE' YACH...

Photobucket

Aloow semuanya...

Empu kangen berat nih pada tamu-tamu blog
Empu harap tahun ini empu bisa rajin update blog-blog empu.. termasuk about potter ini..
Empu harap tamu tamu juga tidak bosan bosannya mampir kesini lagi

well, empu ga' tau deh harus bilang apa lagi..
kecuali, EPPY NYUU YEE' YACH

moga-moga mimpi yang belum terkabul di tahun 2007 dapat terkabul di tahun 2008 ini.

AMIN


Hormat Saya






eMPU BloG

Friday, October 19, 2007

KOCAK BO'''.. ADA ADA SAJA

PA KABAR TAMU TAMU YANG SAYA HORMATIIIII??!!
HADUUUH BERAPA ABAD YA EMPU GA POSTING? KAYA'NYA LAMA BANGET DEH
EMPU CUMAN MO NGUCAPIN "MET IDUL FITRI"
MOHON MAAP LAHIR BATIN
MINAL AIDIN WAL FADZIN....


Maap deh maap. Empu memang banyak salah pada kalian semua. hiks... mulai dari yang disengaja sampai ga disengaja..hiks. mulai dari salah ketik sampai salah omong..... btw... baca resensi buku TERINSPIRASI dari harry potter ya.. weleh weleh weleh... selalu ada yang baru, orang Indonesia imajinasinya gokil gokil...he 3

Judul: Happy Porter
Penulis: Yokie Adityo
Penerbit: C-publishing
Ukuran: 13x20,5 cm
Harga: Rp39.000,00
Sinopsis:
Hans Prasnan tanpa sengaja menemukan sebuah portal yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia para penyihir, Homework. Hanya gara-gara dia berkenalan dengan Hugme, seorang penyihir putih, Hans terlibat dalam konflik antara penyihir hitam yang dipimpin oleh Volkwagen dengan para penyihir putih yang dipimpin oleh Albud Dancefloor.
Hans dalam bahaya besar. Namun, dia memiliki sebuah kacamata Moonray yang konon memiliki kekuatan sihir dahsyat. Petualangan seperti apa yang akan dialami oleh Hans di dunia penyihir itu? Siapa pula Happy Porter yang misterius itu?

Kisah para penyihir dan dunia dunia sihir ini merupakan parodi yang renyah dan mampu membuat pembacanya terbahak dalam kisah seru.

“Hilarious! Two thumbs up!”
— Vincent, Club Eighties

“Jokes-jokes yang menarik perhatian. Komedi yang tidak terlalu menuntut untuk berpikir. Just let it flows, like water from the river. Terakhir saya tertawa geli seperti ini adalah saat saya bermain monopoli bersama teman-teman.”
—Desta, Club Eighties

“… lucu dan setajam pisau bulu kaki yang juga bisa dipakai buat motong kaleng ... yah intinya tajem, deh. Sangat meledak-ledak dan tak disangka petualangan tukang sihir puber-nya J. K. Rowling bisa selucu dan seimaginatif ini!”
—Raditya Dika, penulis buku Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurus

Saturday, August 18, 2007

Palsu ga' seeeh????

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Selalu beredar isu dan rumor buat Harry Potter. Seakan ga' ada matinya!!! Seperti ga' cukup saja penderitaan Harry digosipin di daily prophet ato.. di seantero sudut Hogwarts. Hm.. apa sih yang menarik untuk diperbincangkan "all baout Harry Potter"??? Inilah pertanyaan aneh yang dilontarkan empu malam ini. Bagaimana tidak? "Lha wong empu sendiri sanggup untuk buat berpuluh puluh artikel hanya untuk yah... lagi lagi Well, Harry Potter"

Oke, empu akui, nulis blog tentang Harry POtter itu sangat ringan sekali, entah rasanya tanpa bosan.. (okey.. walaupun sering telat update) Tapi well, tahu nggak tamu? dulu pas empu buat blog ini niatnya hanya sampe Buku ketujuh "Deathly Hollows" keluar, baru empu pensiun ngisi blog ini. Tapi ternyata melenceng dari niat.. jadi yah, anggap saja ini sekedar mengisi waktu kosong... (haduuh.. kok jadi curhat gini yah?)

By the way.. tamu-tamu sekalian udah pada baca Harry Potter edisi terakhir belum?
Kalo' empu sih jujur "BELOM SAMA SEKALI". Yah, wajar saja.. empu hanya sempat sekilas nengok buku itu di etalase khusus di Gramedia. Lagian... edisi bahasa Inggrisnya membuat empu kehilangan nafsu sih.. (hadoooh.. parahnya skill bahasa inggris empu.. he3). Juga tadi di sekolah empu denger ada anak bahas Harry di kantin..

Si A: "Hei udah baca Harry Potter yang terakhhir lom, aku udah lho..."
Si B : "Belom. kamu punya?"
Si A: "Nggak. maren ke toko buku liat novel Harpot ke7. aku buka halaman pertama dan terakhir doank. selesai."
Si B: "Trus ceritanya gimana?"
Si A: "He..he..he.. ga tau sama sekali.."
Si B: "Wakakkakakakk.. buta huruf lo!"

Hm.. memang bahasa adalah kendala utama juga ya, empu jadi prihatin sama diri empu sendiri.. (makanya belajar donkk!) tapi ga' menutup kemungkinan banyak juga orang Indonesia yang ngebet edisi orisinil Harry Potter, namanya juga ngefans...

Beberapa hari setelah Harry Potter terbit... di milis penulislepas pun marak berbicara seputar Harry Potter. Nah! ada yang bagi-bagi e-book gratis nya neh... klik sini.
Eh, ga taunya situs download GRATIS ini udah tersebar dimana-mana. Di post bulletin friendster, di google... karena penasaran, apa benar ada e-book nya? alhasil empu coba klik, ups! error... yah.. empu kecewa deh.

Banyak yang bilang itu e-book palsu (hM....)
Banyak yang bilang juga situsnya ditutup karena udah ketahuan dan mo dihukum (haduuh...)
Banyak yang bilang juga sih, situsnya error karena kehabisan bandwith. pengunjung membludak! (wow..)

Jadi mana sih yang bener???!!!

Yang bener jelas yang asli bukunya lah! dalam bentuk nyata... tanpa pake format Pdf ato apalah.. empu mikir juga sih, ga mungkin e-book gratis Harry Potter berhasil beredar dengan begitu mudah di internet. Tahu sendiri kan, pengaman super ketat sebelumnya telah dilakukan pihak penerbit Harry POtter untuk menjaga keaslian mutu novel ini. Bahkan ada yang bilang, pengamanan buku Harry pOtter terakhir sebelum launching pun memakai satelit juga.. weleh..weleh.. menjaga novel Harry Potter seperti menjaga dokumen negara!

Dan empu baca di koran... di Paris seorang cowok 17 th-nan ditangkap polisi, karena udah berani nerjemahin novel Harry Potter dalam bahasa Prancis dan dibuat e-book-nya. Haduuh, bener-bener nakutin bukan? nerjemahin 3 bab saja udah diseret ke kantor polisi. Tapi anak itu kabarnya dinyatakan "ga terlalu bersalah" karena diduga dia nerjemahin karena cuma iseng doang bukan untuk tujuan komersil. Hm.. banyak pengamat buku di Prancis kagum pada anak itu, karena dalam waktu singkat dia mampu nerjemahin 3 bab Harry Potter. Padahal Harry Potter yang edisi terjemahan baru boleh bereadr 3 bulan setelah yang asli terbit. Arggh!! lamanya... kapan yah kira-kira yang versi Indonesia terbit? Sejauh ini, empu belum mendengar konfirmasi apa pun dari pihak Gramedia... tapi isunya.. lagi-lagi.. gosipnya... katanya seeh, penerjemah Harry Potter Indonesia sedang sakit keras di rumah sakit. Haduuh!! tambah lama dong.. hiks. hu..hu..hu...

Saturday, July 28, 2007


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket


Yth. Tamu tamu blog sekalian..
Di tempat duduk masing masing


apa anda sudah membaca Harry Potter terakhir?
Apa anda penasaran dengan cerita akhir dari petualangan Harry Potter?
Jika iya..
Selamat Membaca...
Inilah ringkasan cerita Harry Potter and the Deathly Hollows...
Ps: ringkasan ini empu copas dari milis...




Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya
di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh
Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali (Kenapa rumah
keluarga Black selalu jadi markas??). Meminjam tongkat sihir
Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage
(Aku udah lupa nih para guru Hogwarts :P) guru Telaah Muggle di
Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan
telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir
diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, (weleh-weleh.. dumbledore aja dah segitu tuanya, gimana bapaknya coba.. bener-bener dikupas tuntas oleh Jk Rowling disini.)adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya (terus ibu Dumbledore nasibnya gimana?) Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut(wew! Harry bener bener anak budiamn euy! :P) Keluarga Dursley kemudian pergi
menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry. (Yippi!kompakan sekarang neh.. habis makan apa Dudley, kok bisa jadi berubah kaya' gini yah?)

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry,terbunuh oleh kutukan pembunuh (Haduuh!! kenapa Jk. tega matiin hewan juga sih? kan kasihan Hedwig... semoga Hedwig diabadikan menjadi pahlawan burung hantu) George Weasley kehilangan sebelah telinganya (Kalo' telinga sih gapapa... kan ada madam pomfrey kalo ga' yah st. Mungo! :P) Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri (Hua!!! dasar kejam! tega banget bunuh kakek mad eye..).

Belakangan,
Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.(Hm... menegangkan)

Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya)(ah, ini di nomor satu kan nongolnya?); buku mengenai kisah
anak-anak untuk Hermione (hah? penting yah?); dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu.

Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley (:P turut senang! tapi kenapa Empu ga diundang juga yah? hew3). Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry.

Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore,ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu (HUh! kirain masih hidup..). Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge (HOOOO.. Dasar pengkhianat!).

Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge (kira kira mereka kangen ga yah sama sekolah dan pe-er?). Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.

Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.(Selalu ada pertengkaran, Ron..ron.. sampai kapan?)

Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di
mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan (itung itung ziarah kubur sama wisata rohani yew?). Di Godric's Holow,
mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang
mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar
penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah
kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka
terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini.
Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir
Harry hancur dalam kejadian itu. (Lha terus gimana dong?)


Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric
Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia
menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux
Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya
hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya
menghancurkan Horcrux dengan pedang itu. (Piuh...)


Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood (Hei.. gimana yah tampangnya? penasaran euy! pasti nyentrik!), ayah Luna
Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang
telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood,
Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga
bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan
benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder
Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali
yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib
(jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari
bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera
menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke
Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk
menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan
berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda
sihir Deathly Hallows (oh ini tho kaitannya dengan judul novelnya...), untuk mengalahkan Voldemort.


Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah
Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange
untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor,
karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di
Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama
dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan
Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul
untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang
Wormtail (Ga tobat tobat juga sih pak Tikus itu..) yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail
yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka
berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas
dibunuh oleh Bellatrix.(HUA!!! KEJAMNYA...)


Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia
menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik
terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort
mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar
sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari
besi Bellatrix di Bank Gingrott's. Di sana mereka menemukan satu lagi
Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan
melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan
Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka
mencari Horcrux-Horcruxnya.(pENGKHianatan... sampai kapan?)

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat
melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort
telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui
bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort
mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi
ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di
Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh
Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana
mereka disambut oleh Neville Longbottom. Setelah menyelamatkan jiwa
Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar
Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.(Oh.. disana tho nyimpennya..)


Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape
dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya
sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari
memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong
dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter (Oh My GoD!So surprise...). Snape telah diminta
Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian;(haduuuh aMPyuuun... Dumbledore kasian banget)
karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang
terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa
Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum
Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan
Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih
membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort
yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh
Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah
mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry.
Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.(Yes! tamat sudah.. bye-bye Lord Voldemort..)


Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah (WOW!)
Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama
James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru
Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama
Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka
seluruhnya bertemu di stasius kereta api King's Cross, untuk mengantar
anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas
luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan...

THE END....


gimana? gimana? seru nggak? seru nggak? kalo' seru nanti empu dipinjemi yah.. hew3 :P